Adara duduk di sofa ruang tengah. Dia tinggal di rumah yang kakek berikan untuknya. Beruntung rumah itu tidak jadi disewakan. Dengan seorang pembantu yang mama Ina bawakan dari rumahnya. Adara mencoba untuk menjalani kehidupannya yang baru. Awal keluarga Madhava tahu tentang perceraian Adara, mereka sangat menentang dan meminta Adara untuk membatalkannya. Tapi setelah mereka mendengarkan seluruh penjelasan Adara, mereka pun mulai mengerti dan membiarkan Adara dan Sangga mengambil keputusan sendiri. Terkecuali mama dan papa. Dia bersikeras agar Adara tidak bercerai, karena dia tidak mau menanggung malu. Dia terus berkata kalau keluarganya akan mencomoohnya, karena putrinya yang sangat berantakkan. “Sampai kapan sih mama mau terus dengerin omongan orang! Yang jalanin hidup itu a

