bc

Tawaran Madu dari Mertua!

book_age18+
3
IKUTI
1K
BACA
family
HE
badboy
sensitive
drama
tragedy
bxg
cheating
civilian
like
intro-logo
Uraian

Menikah dengan lelaki yang kalem serta penyayang keluarga, merupakan suatu anugerah bagiku. Di saat aku terpuruk atas luka masa lalu, dirinya berhasil membuatku terpesona dengan sikap dan tutur katanya yang amat lembut. Jiwa dan perasaanku benar - benar tahluk akan semua tindak tanduknya, namun pernikahan ini tak seindah bayangan yang ada di pikiranku. semua hancur tiba - tiba, hingga suatu hari tampaklah semua niat busuk orang - orang di sekelilingku.

Apa yang akan aku lakukan?

Akankah aku mempertahankan laki - laki yang tak bertanggung jawab ini? Atau...?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 01 |Ceraikan Saja!
#Tawaran Madu dari Mertua! . . . " Ceraikan sajalah!" "Tidak semudah itu Bu! Jangan berucap hal yang konyol Bu! Ingat ada Dina di rumah ini, aku anak laki - laki Ibu. Jadi sudah sepantasnya aku memberikan contoh yang baik!" "Dasar bodoh!" Ku usap dadaku menetralkan hati yang tercambik - cambik setelah mendengar ucapan Ibu mertua, hatiku berdenyut nyeri. Blank! Hilang semua rangkaian aktivitas yang akan aku lakukan. Lututku lemas tak berdaya sesaat mendengar perempuan yang ku hormati dan aku perlakukan layaknya ibu kandungku sendiri malah berkata demikian, aku berpikir apa ada yang salah denganku? Mengapa aku bisa di nilai begitu rendah dan remeh macam ini? Stop Sarah! Kamu adalah milik suamimu! Begitu pula sebaliknya, kalian telah sah dalam ijab kobul! Kamu hanya perlu bertanggung jawab pada Amar, selain itu terserah! "Sudahlah Mar, Ibu tak habis pikir padamu! Bagaimana bisa kau yakin kalau istrimu bisa hamil! Solusi Ibu tuh manjur, kalau tak percaya pada Ibu ya sudah! Silahkan saja pertahankan pernikahan sial mu itu!" Gerutu Bu Harun dengan tangan terlipat di d**a. Bibir merekah bak kue cucur berwarna merah tampak berkomat kamit macam dukun yang membaca mantra. "T - Tapi Bu, kenapa Ibu tak bisa bersabar sedikit saja! Aku itu selalu berusaha terus dengan Sarah! Mana mungkin aku meninggalkan istriku yang sudah menemaniku dari nol? Tunggulah nanti Bu!" Ucap Mas Amar gusar, "Sebentar saja!" Ibu mertuaku mendecih, "Kamu itu laki - laki mapan Mar! Semiskin - miskinnya kita tapi sawah dan ladang kita punya, kamu juga pekerja keras! Bnayak perempuan yang dengan senang hati menjadi yang kedua! Berapa lama lagi kamu mau bersabar? Kamu tak kasihan pada Ibu? Bahkan Ibumu sudah kehilangan wajah di depan tetangga dan saat arisan! Mereka memperlihatkan bagaimana lucu dan imutnya bayi - bayi mereka. Kamu menikah bukan sebentar Mar, enam bulan loh!" dengus sang ibu, "Begini saja, kamu masih memiliki tabungan kan?" Dahi Amar berkerut heran, ia menatap wajah sang Ibu yang tampak santai. '' Masih, memang kenapa Bu?" "Ck.. Kamu masih sempat tanya kenapa? Bawalah istrimu periksa, siapa tahu dia memiliki riwayat sakit atau apa! Anak tetangga bahkan saudara kita saja banyak yang sebulan nikah langsung isi, kamu ini selalu saja beralasan belum rejeki, belum rejeki!" Deg! Pilu sekali mendengar dugaan Ibu mertuaku. Kenapa harus ke dokter? Bukankah sama saja Ibu menilai ku mandul? Kenapa harus aku? Bukankah untuk menikah dan memiliki anak harus dua orang yang berkaitan? " Sarah!!" "Sarah!" Ku usap air mata agar tak terlihat sembab, gegas aku mencoba merapikan penampilanku! "Iya, apa Ibu memanggilku?" Ibu melirikku dari atas hingga bawah dengan tatapan yang sulit ku artikan, " Bergantilah baju! Amar akan mengantarmu ke dokter!" "Bu.., jangan!" Bisik Mas Amar pelan. "Untuk apa kau menutupinya? Biarkan saja dia tahu, cukup lama Ibu memendamnya! Astaga, jengah sekali aku!" Dengus Ibu kesal! Ku lirik suamiku, raut wajahnya penuh kekhawatiran. " Maaf Mas, ini ada apa ya? Kenapa aku harus ke dokter?" Tanyaku pura - pura tak paham arah pembicaraan mereka. "Bukan apa - apa dek! Kamu siapkan makan siang saja, Mas akan basuh tangan sebentar!" ***** "Hmm... Masakan istriku memang luar biasa! Lihatlah Bu, hanya daun singkong saja tangannya bisa menyulap menjadi gulai yang memikat lidah begini!" puji Mas Amar di meja makan sederhana miliknya, dirinya bahkan sampai menambah dua kali nasi karena aku memasak sayur itu! "Apa sih Mas, daun singkong terus ya Ibu bisa darah tinggi! Kita harus bisa menjaga kesehatan Ibu, biarlah Mbak Sarah memasak yang sehat dan bergizi!" Sanggah Dina, adik iparku. " Benarkan Bu?"Tanya Dina melirik pada Ibu seolah meminta dukungan. " Hmm, ya! Dina benar! Memang daun singkong enak, tapi ya lebih enak kalau bisa makan daging dan ikan - ikan! Biar Ibu bisa lebih bertenaga! Dan kau juga Sar, pasti lebih cepat subur!" Uhukk... Uhukk... Mas Amar memberikan segelas air putih, "Minumlah Dek!" Aku tahu suamiku tampak gusar, wajahnya pias seolah mencerminkan bahwa ucapan Ibu takut menyinggungku! "Terima kasih!" Ku acuhkan tatapan remeh Ibu dan adik iparku. Biarkan saja mereka ber - ekspektasi bahwa memasak yang bergizi itu mudah! Padahal selama ini Ibulah yang mengatur uang dapur kami. ***** "Bu Harun!" "Ehh, Jeng Yah! Mau kemana?" Bu Harun menoleh pada sumber suara yang memanggilnya, senyuman manis beliau tampilkan karena tahu bahwa Jeng Yah memang ember bocor yang suka sekali menyentil semua masalah di kampung ini. Tangan kirinya berjejer gelang berwarna silver beserta cincin bermata besar, senyum dan suara manis yang di buat - buat sudah bukan rahasia umum bagi warga kampung. "Mau ke rumah Yu Hasna, ada acara di sana! Kamu mau ikut Bu?" Tawar Janda kaya raya ini. "Acara apa? Kok sepertinya meriah," tanya Bu Harun menerka - nerka karena penampilan mencolok Jeng Yah. "Itu Ayu baru pulang dari Taiwan, kita mau menyambutnya! Dia terlihat sukses sepertinya Bu! Di lihat dari postingan status wasap Yu Hasna memang seperti itu!" Apa...? Ayu...? Taiwan...? Sukses...? "Heh Bu, bagaimana jadi ikut apa tidak? Malah diam saja! Saya tinggal loh!" " T - Tentu saja aku ikut! Jangan jalan cepat - cepat Jeng! Tunggu aku!" Teriak Bu Harun dengan sedikit memekik kencang. Sesampainya di ujung pertigaan, tampaklah wajah - wajah perempuan paruh baya yang setia menunggu kawannya. Semua yang menunggu berpakaian gamis dan jilbab syar'i dan rapi, hanya Bu Harun saja yang memakai blouse rumahan dan celana kulot panjang! Namun tergolong pantas! Pancaran sinar kerlap - kerlip menyilaukan berasal dari batu cincin dan permata pada liontin kalung yang di kenakan mereka. "Ohh, Jeng Yah lama karena menunggu Bu Harun toh! Saya kira tak jadi ikut!" "Pasti jadilah Bu, saya ini kebetulan ketemu di jalan, Bu Harun mau bayar air tapi tutup! Ya dari pada jalan sendirian ke Toko Juragan Isham mending saya ajak ikut kita saja. Masalah bayar kan bisa nanti kembali lagi!" Sekelompok ibu - ibu itu berjalan pelan layaknya para model yang berlenggang di atas panggung. Memang ras terkuat di bumi sulit di kalahkan! Betul tidak? "Assalamualaikum..! Bu Hasna!" Sahutan salam yang di ucapkan Bu Siti di sambut baik oleh tuan rumah, wajah sumringah serta pintu yang lebar terbuka untuk mereka semua. " Haduh, saya kira ibu semua tak jadi datang! Sudah was - was tadi, ayo silahkan masuk! Monggo Yu..,Jeng!" 'Empuk sekali sofanya, pasti mahal!' 'Bu.. Bu, lihatlah! Lihat itu lukisannya!' 'Tv nya besar sekali! Semacam layar tancap saja ya Bu! Apalah milik kita yang se..per..empat..nya saja tak ada!' 'Hooh! Betul kamu!' "Silahkan di minum, maaf adanya hanya seperti ini!'' Tutur Bu Hasna mencoba merendah, " Duhh, di mana sih anak itu? Malah ngilang saja!" "Ayuu...! Ayuu...! Turun nduk! Ada tamu Ibu!" 'Sebentar!' Drap.. Drap.. Drap.. Suara langkah kaki mengikuti sebuah bayangan yang membuat semuanya menjadi penasaran. "Ayu Bi! Bibi semua apa kabar?" Sapa Bu Siti basa - basi. Jeng Yah juga membalas cipika cipiki, "Astaga.., ayune! Masyallah! Sesuai sekali dengan namamu itu!" "Bagaimana kabarmu Nduk? Sehat kan di negeri orang? Kamu tampak lebih berisi sekarang!" Puji Bu Yanti. "Cantik sekali kamu! Tidak sia - sia bekerja jauh tapi tetap modis begini!" Gadis itu tersenyum simpul, "Bu Harun!" Deg... Deg... Deg... " Masih ingat ya sama Ibu? Kamu tambah cantik Nduk!" . . . . #bersambung

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil

read
1.0K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.3K
bc

MY LITTLE BRIDE (Rahasia Istri Pengganti)

read
19.6K
bc

Pawang Cinta CEO Playboy

read
1.4K
bc

Hati Yang Tersakiti

read
8.3K
bc

Mantan Sugar Baby

read
8.4K
bc

I Love You Dad

read
297.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook