bc

Mengejar Cinta Mantan Terindah

book_age16+
112
IKUTI
1.6K
BACA
stepfather
like
intro-logo
Uraian

Milea Adara Putri kembali harus berhadapan dengan orang yang paling di hindarinya. Pertemuannya kali ini membawanya pada pilihan hidup yang tidak mudah. Ega Zada Aprilio tiba-tiba menjelma menjadi atasannya di tempatnya mengais rejeki selama ini.

Di sebuah sekolah swasta bertaraf International Milea menjabat sebagai guru prodi matematika sekaligus wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Suatu saat, kepala sekolah tempatnya mengajar pensiun lebih dini karena kehendak pribadi. Dan sebagai penggantinya di angkatlah seorang pengurus yayasan pusat untuk menggantikan posisi kepala sekolah yang lama. Dan sekarang kenyataan yang ada tidak bisa dihindari Milea. Orang yang selama ini dia benci dan dia hindari telah berhasil mengusiknya kembali.

Apa yang harus Milea lakukan? Keputusan apa yang akan dia ambil mengingat kepala sekolah yang baru adalah seseorang yang sangat dia benci sementara dia sebagai bawahannya langsung, mau tidak mau harus sering berinteraksi dengannya?

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Bertemu Lagi
Milea segera bersiap untuk masuk ke ruang rapat. Hari ini akan ada acara serah terima jabatan dari kepala sekolah lama kepada kepala sekolah yang baru, sekaligus perkenalan dengan seluruh civitas akademika sekolah ini. Sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Milea harus ikut ambil bagian dari acara ini. Teman-teman sejawatnya nampak sudah siap diposisi masing-masing. Ah, dia agak terlambat rupanya. "Bu, baru datang?" sapa Bu Sofia, salah satu guru Bahasa Inggris si sekolah ini. "Iya bu, tadi sempatin sarapan dulu," jawab Milea agak berbisik takut mengganggu peserta rapat lain. "Ibu tahu, kepala sekolah yang baru katanya ganteng banget lo bu, kayak bintang film Hyun Bin. Saya jadi penasaran. Dan katanya dia seorang duda, duh kayak apa ya gantengnya?" Bu Sofia sudah mulai ghibah pagi-pagi, dia memang agak centil dan ganjen kata orang. Denger kata ganteng aja pasti bikin dia heboh. "Oh ya? Siapa yang bilang Bu? Saya malah belum denger apa-apa," sahut Milea sambil mempertahankan suara lirihnya. "Gimana mau denger, ibu kan sibuk terus. Gak pernah sempat kumpul-kumpul sama kita." Milea memang selalu membatasi diri dari kegiatan un faedah yang bisa membuang waktunya sia-sia. Pekerjaannya sebagai guru matematika dan jabatannya sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sudah begitu menyita waktunya. Pekerjaannya seakan tidak pernah habis setiap harinya. Sebenarnya, bukan hanya itu saja alasannya. Milea memang sengaja tidak mau berhubungan terlalu dekat dengan siapapun, dengan cara menyibukkan diri agar tidak menyinggung perasaan orang lain karena merasa tak dianggap atau ditolak. Tok tok tok Terdengar ketukan dari arah pintu. Pintu yang sengaja dibuka sebelum acara di mulai. Ketukan yang dimaksudkan bukan untuk membukakannya, tapi hanya untuk memberi tanda akan ada orang yang masuk, seketika menyita perhatian seluruh peserta rapat yang sudah hadir di dalam. Seorang wakil kepala sekolah bagian kurikulum, kepala sekolah lama, dan kepala sekolah yang baru beserta satu orang lagi yang Milea tidak kenal. Mungkin asisten kepala sekolah yang baru. Sejauh mereka melangkah menuju meja paling ujung yang memang sudah disiapkan untuk mereka, Milea kesulitan melihat wajah kepala sekolah yang baru. Sementara Bu Sofia sibuk membenarkan make up nya, tanpa takut kepergok kepala sekolah yang baru. Terbilang nekat memang, tapi demi penampilan maksimal gak apa-apa kali ya. Milea menyerah, dia memilih menyiapkan berkas yang dibutuhkan untuk laporan perdana kepada kepala sekolah yang baru jika diperlukan. Kepala sekolah yang baru memiliki tinggi di atas rata-rata, tapi karena posisi yang membelakangi Lea, jelas tidak akan terlihat wajahnya. Hanya punggung lebarnya yang terlihat. Biarlah, bentar lagi juga kelihatan. Masa memberi sambutan menghadap ke tembok, enggak mungkin kan. Jadi mendingan nunggu beliaunya menghadap peserta rapat dari pada ngoyo hanya untuk melihat wajah sang pejabat baru. Milea masih sibuk menghadapi berkasnya, sementara moderator sudah memulai membuka acara sertijab. Sedikit mengangkat mukanya barangkali kepala sekolah yang baru sudah menghadap mereka. Tapi keberuntungan belum memihak para wanita yang haus pemandangan yang seger-seger di siang yang terik ini, termasuk Milea. Si Hyun Bin kw, rupanya masih betah menundukkan mukanya. Tapi.. sebentar, kayaknya Lea tidak asing dengan postur tubuh dan model rambut bapak kepala sekolah yang baru. Ah, mungkin orang lain, masa model rambut dari tujuh tahun lalu nggak berubah. Harga sembako aja udah berubah semua. "Terima Kasih untuk sambutan dari Bapak ketua panitia, dan untuk selanjutnya sambutan dari Bapak kepala sekolah lama yang akan segera mengakhiri masa jabatannya sebentar lagi. Waktu dan tempat dipersilahkan," suara moderator menggema di ruangan yang tidak terlalu luas tersebut. Milea fokus memperhatikan, dan sesekali namanya disebut sebagai tanda terima kasih dan penghormatan karena selama menjabat banyak terbantu oleh staff dan para wakil kepala sekolah sesuai bidangnya masing-masing. Tiba-tiba si Hyun Bin mengangkat mukanya, dan Lea yang melihatnya tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Kepala sekolah yang baru itu juga sempat terlihat terkejut sesaat. Sebelum mereka berdua menundukkan kepala masing-masing. Duh, kok bisa sih!? Bukankah dia dari kota lain? Kenapa dunia begini sempit sih? Dan juga siapa yang bilang mirip Hyun bin, ngaco. Yang bener Hyun Bin brewokan. Ya, jambang yang nampak tumbuh lebih subur dari pada beberapa tahun lalu menghiasi rahang kokohnya. Meskipun lebih lebat tapi tampak rapi dan terlihat semakin maskulin. "Maaf, Bu Sofia ada tisu? Saya kelupaan tadi nggak bawa," tanya Milea setengah berbisik sambil meredam detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak tak beraturan.Entah benar atau tidak, Milea merasa diperhatikan terus menerus oleh seseorang. Sehingga keringat trrus bercucuran karena gugup. "Oh, ada Bu. Ini silahkan, ambil saja semua. Saya masih ada lagi satu ini," sahut Bu Sofia dengan nada yang sama. Milea mengambil tisu dalam bungkusan kecil. "Terimakasih, Bu," ucap Milea lirih sembari menyeka keringat yang mendadak membanjiri tubuhnya. AC yang menyala seakan tidak memberikan efek dingin sama sekali. "Sama-sama Bu," sahut Bu Sofia yang masih berkonsentrasi melihat ke arah depan. Selanjutnya Milea tidak lagi bisa duduk dengan tenang. Gelisah, sebentar-sebentar melihat jam di tangan kirinya, sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah depan. Tetapi tidak berani menatap secara langsung wajah orang yang sangat di hindarinya selama ini. Ya Allah berilah hamba ketenangan dan kekuatan. Sudah cukup selama ini Milea menghindar sampai merantau ke kota lain. Sekarang saatnya menghadapi kenyataan. Dia tidak mau dibilang gagal move on. Sementara orang dari masa lalunya itu sudah memiliki istri dan yang pasti sudah move on. Hyun bin brewokan di depan itu tak lain adalah mantannya Lea, orang yang pernah hampir membuatnya gila. Lea ditinggalkan hanya melalui pesan singkat. Walaupun dengan alasan yang kuat, tapi Milea tetap sakit hati. Dia tetap kecewa ditinggalkan, Milea benar-benar tidak siap waktu itu. Tidak ada perselisihan apapun diantara keduanya sebelumnya. Itu yang membuatnya susah menerima kenyataan, dan selalu teringat masa lalu yang membuatnya mengalami depresi. Dia harus mengunjungi psikolog demi bisa hidup normal lagi. Sekarang orang yang membuatnya menderita ada di depan sana. Dan kedepannya mereka akan sering bertemu. 'Ya Allah kekuatan darimu sangat hamba butuhkan saat ini. Jangan izinkan kelemahan hamba terlihat di matanya'. Tiba-tiba dia merasa sesak yang sangat menyiksa, airmata yang dari tadi ditahannya berdesakan minta keluar. Milea menundukkan wajahnya, ia ambil nafas dalam-dalam dan ia hembuskan melalui mulutnya. Dengan melakukannya berkali-kali akhirnya ia merasa sedikit lega. Airmata yang hendak jatuh bisa ditahannya. Alhamdulillah...kini saatnya dia harus berperang melawan dirinya sendiri. Dia harus bisa move on. Ingat Lea, dia sudah jadi suami orang. Batin lea berkecamuk, antara benci dan rindu seimbang beratnya. Lea tidak mau menjadi lemah hanya karena rindu yang menyiksa. Setelah yakin bisa menguasai diri Lea mengangkat muka dan dengan percaya diri menghadap kepada pejabat baru di sekolah tempatnya mengais rezeki selama ini. "Untuk selanjutnya sambutan dari Bapak kepala sekolah yang baru, kepada Bapak Ega Zada Aprilio, waktu dan tempat di persilahkan." Moderator tampak mundur sedikit dan memberi jalan kepada pria tampan tersebut menempati kursinya. Tampak Ega menatap Milea dengan tatapan tak terbaca. Milea sempat salah tingkah dibuatnya. Karena, jika Milea tidak salah mengartikan tatapannya seperti ada rindu yang mendalam juga seperti yang dirasakannya. 'Ih, geer kamu Lea!' gerutunya dalam hati. Dia orang yang kamu benci. Jangan memberi kesempatan hatimu terluka lagi. 'Tegur Lea terhadap hatinya yang sudah mulai goyah' Setelahnya Milea tampak sedikit lega karena Ega harus memberikan sambutannya. Ega Zada Aprilio nama lengkap sang kepala sekolah baru sekaligus mantannya. Tanpa diperkenalkan pun dia sudah lebih dari kenal. Lea bersyukur kejadian menyakitkan itu, yaitu ketika Ega memutuskan hubungan hanya melalui pesan singkat, sudah berlalu lama. Tujuh tahun, sehingga ketika takdir kembali mempertemukan mereka tidak ada lagi rasa cinta yang menggebu. Tunggu! Benarkah rasa cinta itu telah musnah? Entahlah, Milea sendiri tidak tahu dan tidak mau tahu. Hingga tiba-tiba ponsel yang ada dihadapannya bergetar dan menampilkan satu pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Penasaran dia kemudian membukanya. [ Apa kabar? ] Bunyi pesan itu, perasaannya tidak enak seketika. Dan benar saja begitu melihat foto profil pengirim pesan itu, oh tidak! bagaimana dia bisa dengan cepat mengetahui nomer kontaknya? Tangannya bergetar karena tak terima dengan kalimat yang di baca di dalam pesannya. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa, layaknya menyapa teman lama. Semudah itu kah dia menyakiti Milea dan melupakan kisah itu? Dalam hati Milea semakin membenci laki-laki yang sayangnya memang tampan itu dengan sangat.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook