Dina yang kesal akibat diabaikan oleh keponakannya, Jihan, kini memilih meninggalkan ruang makan. Ruangan yang selalu menjadi favorit nya ketika sedang sendiri, kini hanya ada Jihan yang melongo melihat Budhenya pergi begitu saja meninggalkan dia seorang diri. "Budhe! Kenapa sih? Budhe mau kemana?" tanya Jihan tanpa rasa bersalah karena mengabaikan Budhenya yang sedang serius mengajaknya bertukar pikiran. "Mau ke belakang, ikut nggak?" tanya Dina balik saat kekesalannya sudah menurun. Bagaimana pun, Jihan adalah putri dari Adik almarhum suaminya. Dina tidak ingin Jihan terjebak dalam cinta masa lalunya dan berakhir dengan mengorbankan keluarga kecilnya sendiri. "Nggak Budhe. Kayaknya aku harus pamit deh. Sudah semakin sore. Takutnya anak aku lagi nyariin." jawab Jihan dengan yakin.

