Pagi yang cerah mengiringi aktivitas dua insan yang sedang di mabuk asmara. Milea yang sedang membuat sarapan untuk suaminya, pusing karena gangguan dari sang suami yang tak berhenti-berhenti. "Mas ih! Sudah dulu, ini kapan kelarnya kalau di gangguin terus?" protes Milea sembari berusaha menyingkirkan wajah Ega dari pundaknya. "Mas nggak ganggu Sayang. Lanjutin aja masaknya. Mas cuma begini doang loh." sahut Ega dengan santainya tetap pada posisi semula. Dagu laki-laki itu berada di salah satu pundak Milea, sementara kedua tangannya melingkari perut Milea. "Iya Mas. Tapi aku nggak leluasa geraknya. Engap, mana dapurnya sempit begini." keluh Milea, tak lupa bibirnya yang mengerucut ke depan beberapa centi. "Masih kangen Yang. Semalam masih kurang tahu!" seru Ega yang bersikeras tidak

