Beberapa detik berlalu. Ray yang speechless dengan serangan Aluna yang tiba-tiba, tak melakukan apa-apa hingga Aluna menarik bibirnya dan memandang Ray lekat. "Kenapa? Nggak suka?" tanya Aluna dengan raut muka yang sedih. Ray yang terkejut dengan tindakannya yang diam tanpa membalas ciuman Aluna, tiba-tiba tertawa kecil. Ray tahu Aluna sedih, tapi dia juga sedang tidak fokus karena rasa terkejutnya. "Sayang, coba kamu pikirkan baik-baik. Apa mungkin kekasihmu ini bisa menolak pesona gadis sepertimu? Bahkan, sampai detik ini tidak ada wanita yang berarti untukku selain kamu. Bukan hanya suka, tapi lebih dari suka Sayang. Kalau saja boleh, setiap saat aku ingin melakukannya denganmu, hanya denganmu. Tapi, kamu tahu sendiri aku sangat sulit mengendalikan diri jika itu tentang kamu. Keha

