Nada dingin dan lirikan matanya yang tajam mampu membekukan Milea. Tak ada nyali sedikitpun untuk Milea bersuara bahkan bergerak pun rasanya sulit. Hampir tiga puluh tahun Milea hidup, belum pernah dia mendapatkan sambutan seperti ini saat bertamu ke rumah orang. Apakah semua orang kaya memang begini? Apakah orang yang lebih tinggi status sosialnya harus memandang rendah yang lainnya? "Ini Milea Umi, teman Akbar mengajar di sekolah paman yang pernah Akbar ceritakan dulu," tutur Akbar lembut, yang tak ayal membuat Milea lebih terkejut lagi. Paman? Apakah pemilik yayasan tempat mereka mengabdi adalah paman dari Akbar? Ooh, ya Allah. Apa lagi ini? "Hmm... terus?" lanjut wanita yang tampil glamor malam ini dengan melipat tangan di depan dadanya. Sumpah, rasanya Milea ingin kabur saja j

