Dengan cekatan Akbar mulai mencuci bebek yang tadi di belinya. Tak lupa membelahnya beberapa bagian. Akbar tidak kesulitan mencari alat atau bumbu-bumbu yang dia butuhkan. Dapur Milea tidak besar sehingga apa yang dicarinya dengan mudah di jangkau oleh tangannya. Dan peletakkan bumbu-bumbu dalam wadah yang tersusun cantik juga memandunya cepat menyelesaikan pekerjaannya. Milea hanya melongo melihat Akbar yang jauh lebih cekatan dibanding dirinya dalam hal memasak. Tubuhnya yang gagah khas orang Arab membuatnya terlihat semakin seksi dan mempesona di matanya. "Ilernya di lap dulu. Netes kemana-mana tuh!" celetuk Akbar di dekat telinga Milea yang bengong dari tadi. Milea tersentak dan kembali ke dunia nyata. Beberapa saat ia terdiam dan baru menyadari apa yang terjadi. Seketika mukan

