Ishana merasa lidahnya kelu, dia bingung harus menjawab bagaimana pernyataan cinta dari Abi yang tiba-tiba itu. Lama-lama Abi merasa jengkel karena Ishana tidak lekas menjawabnya. Setelah kejadian peluk memeluk di rumah sakit, Abi sudah memastikan kalau Ishana memiliki perasaan padanya karena Ishana balas memeluknya. Abi menjadi sangsi kalau ternyata dugaannya salah karena saat ini Ishana masih membisu. “Dengar,” Abi memegang dua bahu Ishana. Gadis itu terkejut tapi tidak melawan. Mereka berdua berpandangan dan jantung mereka sama-sama dangdutan koplo. Abi memberanikan diri memindah tangan kanannya menyentuh pipi Ishana. “Aku ingin tahu bagaimana perasaanmu padaku Ishana, jadi bicaralah. Kalau kau tidak mau bicara aku akan menganggapmu tidak memiliki perasaan padaku dan aku akan melupakan

