Kejadian buruk kemarin benar-benar membuatku merasa harus lebih kuat dalam menjaga diriku dari orang-orang seperti pria b******k kemarin itu. Aku harusnya terus mengikuti karateku di kampus. Menyesal sudah keluar. Abah dan Dika mengunjungiku dan itu membuatku takut kalau Abah sampai kepikiran dan sampai jatuh sakit. Sebenarnya aku ingin Abah jangan sampai tahu, tapi susah juga bagaimana aku menjelaskan bagaimana aku tidak pulang ke rumah sampai dua hari begini. Tia melewati masa kritis dan sekarang dia sudah sadar. Dia menangis setelah mengetahui bahwa dia keguguran. Aku tahu pasti itu sangat menyakitkan baginya, terlepas dari bagaimana bayi itu hadir dalam rahimnya. Seorang Ibu pasti akan merasa sedih kehilangan bayinya. Dan aku baru tahu bahwa Tia hanya bersama neneknya di Kediri, kedu

