Hari ini Ishana diizinkan pulang ke rumah. Kondisinya telah membaik, meski kadang rasa pusing masih dirasakan Ishana tapi tidak separah kemarin yang membuatnya tidak bisa menahan berat tubuhnya sendiri. Ishana celingak-celinguk mencari seseorang yang sudah menggangu kestabilan hatinya. Setelah semalam berhasil membuat Ishana tidur dalam d**a bidangnya sekarang dia menghilang. Begitu membuka mata di pagi hari Ishana tidak mendapati Abi di ruangannya. Kinan yang melihat gelagat Ishana tersenyum sambil menghentikan kegiatannya merapikan barang Ishana. “Pak Abi pergi sebelum kamu bangun.” Ishana langsung salah tingkah. Mukanya sedikit memerah karena ketahuan oleh Kinan. Tanpa menjawab Kinan, dia melenggok ke kamar mandi. Ishana langsung memukul-mukul kedua pipinya begitu di depan kaca kamar

