Setelah berhasil membawa paksa Ishana sekarang Abi tidak kepikiran mau membawa gadis itu kemana. Rencana hanya ingin bicara di parkiran berubah begitu saja tanpa dia memikirkan tempat lain. Hanya saja yang penting jangan di lokasi hotel. “Pak lebih baik balik ke hotel Pak,” ujar Ishana membuka percakapan mereka. “Panggil apa kamu?” tanya Abi sambil melirik Ishana. “Eh itu maksud saya Mas iya Mas Abi,” ralat Ishana. Dia takut kalau Abi nanti menghentikan mobilnya dan memojokkannya. Buru-buru Ishana tepis bayangan tak logisnya. Sebenarnya saat ini jantung Ishana sedang berdendang ria layaknya sedang ikut pacuan kuda hanya saja dia berusaha mati-matian terlihat tenang. Setelah mendapat pengakuan cinta dari Abi sekaligus lamaran dari Bachri sekarang dia galau tujuh turunan. Mana yang haru

