Chapter 27 Takdir

1896 Kata

“Sayaaanngg,” suara panggilan Hana disambut senyuman hangat oleh Hartono. biasanya saat pulang seperti ini dia akan dihadiahi ciuman pipi kira dan kanan. Tapi hari ini dia mendapat tarikan super yang menggelandangnya duduk di sofa ruang tengah. Hartono bertanya-tanya apa yang tengah terjadi dengan istrinya ini. “Kenapa mah?” tanya Hartono namun istrinya malah sibuk memainkan hpnya. “Lihat!” Hana menunjukkan rekaman video callnya tadi siang. Hartono memperhatikan layar hp Hana yang besar itu. Dengan jelas dia melihat seorang gadis dalam rekaman itu. Hartono memandang istrinya sambil menaikkan satu alisnya. Dia tidak mengerti kenapa istrinya malah menunjukkan video seorang gadis padanya. “Ah, Ayah gimana sih kok reaksinya begitu?” protes Hana. “Lha memang kenapa gadis itu? Ayah haus mal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN