episode 30 salting bag3

589 Kata
"hmm maaf yah dek, baju nya mba pinjem hehehe, " gladis pun mendongak kan kepala nya ke arah nisa, lalu ia mundur dan menilai pakaian nisa, dan ia berfikir sejenak, "ah iya inikan baju aku ya, kenapa cocok sekali dengan kak nisa, hmm seperti nya ini tak pantas untuk ku, habis ka anand bilang aku kayak baju boleh minjem katanya kegeden gitu, padahal kan cantik modelnya ya kan kak. " "ha ha ha iya, emang kakak mu itu norak ngga bisa liat barang bagus ia ngga" celetuk nisa sambil berjalan menggandeng gladis duduk di ruang tamu. tak lama grandma dan grandpa pun tiba, nisa pun berdiri tegak kembali lalu menatap anand dengan meminta bantuan, sedangkan kan anand hanya menoleh sesaat lalu pergi ke dapur untuk mengambil minuman. nisa merasa canggung dan gugup ketika grandpa memperhatikan nya dari atas sampai bawah begitu pun grandma, tanpa ada suara satu kata pun sehingga membuat nisa terpojok, merasa tak di anggap, dengan memberanikan diri nisa mendekati grandma dan grandpa sambil mengulurkan tangan nya, sedangkan grandpa dan grandma saling menatap lalu menganggukan Kepala nya sambil meraih tangan Nisa. "assalamu'alaikum nenek, sambil mencium tangan,assalamu'alaikum kakek", lalu berlalu kembali ke sofa di dekat gladis, ia tersenyum kikuk sambil menunggu annand datang , namun yang di tunggu tak kunjung datang, akhirnya gladis pun buka suara. "kak Nisa kapan nikah nya," sontak Nisa pun kaget dengan pertanyaan ambigu itu, ia merasa panik sendiri. " hmm, anu,,, hmm itu, ngga tau hehehe", jawab Nisa. "hah masa ngga tau, berita udah tersebar kemana mana masa ngga cepet cepet sih, huh kak anand nih pasti buang buang waktu kerjaan terus yang di pentingin dasar workaholic ." Nisa pun mengernyit kan dahinya, " maksudnya berita apa ya, kok saya ngga tau" , akhirnya gladis pun membuka HP nya dan menunjukan berita yang sedang trending topic hari ini, sontak Nisa pun kaget melihat berita yang sedang terpampang dirinya dan anand di berbagai infotainment dan berita, meskipun ia tak begitu paham isi dari berita itu, karna menggunakan bahasa asing, pantas saja ia merasa tidak enak dan ada yang mengganjal, ternyata ini alasannya dan mengapa kakek dan nenek nya anand menatap aneh dirinya, apa mungkin mereka akan marah akan berita murahan itu, bahkan kesal, di tambah lagi gladis telah menyinggung soal pernikahan di depan kakek dan nenek. akhirnya kakek dan nenek pun buka suara dengan menggunakan bahasa Belanda, Nisa hanya menelan saliva nya yang terasa nyangkut di tenggorokan ia tau bahwa ia telah di bicara kan menggunakan bahasa asing sayang nya Nisa tak mengerti ia hanya paham bahasa Inggris saja. anand pun tiba-tiba datang menghampiri Nisa dan duduk di samping nya, lalu memberikan air putih, anand tau bahwa gadis nya sedang tidak nyaman, ia terlihat gugup, dan anand malah menikmati kegugupan itu, ia malah terkekeh ringan melihat tingkah Nisa yang baru ia lihat, biasanya ia selalu adu mulut terus dengan nya. Nisa pun langsung menyambar air yang di berikan anand, ia langsung meminumnya dengan sekali tegukan. grandma dan grandpa pun melihat tingkah anand yang hangat, perhatian tapi nyebelin juga, bukan nya di tenangkan malah di tertawa kan. kedua nya hanya menggeleng kan kepala nya saja lalu beranjak pergi, namun sebelum nya ia pamit dengan anand dan Nisa, sedangkan gladis sudah entah kemana saat kakaknya datang duduk di samping Nisa seolah memberi isyarat, " pergi sana bereskan kamar untuk calon kaka ipar. " gladis pun langsung ngacir entah ke mana, yang pasti ia akan membuat rencana jitu untuk mendekat kan kak Nisa dan kak anand. akhirnya ada jurus jitu agar Nisa dan anand cepat cepat menikah
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN