episode 31,drama penculikan

592 Kata
***** " huft, " kok bisa ya ada orang yang nyebar berita ngga jelas githu, hah." sontak anand menengok ke arah Nisa, " apa kau bilang berita ngga jelas, yang benar saja sudah bagus berita itu langsung menyebar bahkan itu nyata kok bukan rekayasa" , jawab anand dengan nada kesal. "wah jangan jangan tuan sengaja ya nyewa wartawan biar saya jadi artis terkenal karna scandal kayak gini," tantang Nisa dengan nada kesal juga bahkan ia sambil berdiri dan bertelak pinggang. "hah ngaco, artis, terkenal, scandal,ha ha ha, ngaca kumel gitu mau jadi artis, yang ada aku yang di rugikan disini , lihat lah wajah ku yang tampan massa harus bersanding dengan gadis aneh seperti mu sih ejek anand, " padahal tidak ada niatan ia berkata demikian karena rasa gengsi nya yang tinggi ia berbicara seperti itu hingga lepas kontrol. sedangkan Nisa terhenyak sebentar lalu berfikir, " ia ya bener juga mana pantes saya bersanding dengan tuan muda," jawab Nisa dengan lirih namun masih bisa terdengar oleh anand. sedangkan anand ia merasa tak enak hati atas perkataan nya tadi, " sudah sudah sudah jangan di bahas lagi, yang penting urus saja keperluan kita nanti, besok aku ada rapat pagi aku harap kau jangan sampai telat untuk bangun kan aku, sekarang aku mau tidur siang dulu, cape gara gara ngawasin kamu di perjalanan. " Nisa pun duduk kembali ke sofa yang ia duduki tadi, sambil mencerna apa yang di katakan anand tadi, " tunggu keperluan kita, idih ogah banget, keperluan dia aja kali, dasar tuan macan, m***m, gila, hmm apa lagi ya, au ah mending bocan ajah, cape juga di jalan ngga bisa tidur takut lewat entar pas bngun udah jadi roh gentayangan lagi iih aatuut, ( yah dia ngelawak sendiri wk wk wk). tak terasa hari sudah menjelang sore, grandma, grandpa, gladis dan para pelayan pun semuanya telah berkumpul di ruang makan sedang kan anand dan Nisa belum juga keluar dari kamar mereka. gladis maak je broer en schoonzus snel wakker, toch?oke oma( bahasa Belanda ya gays ?) ( gladis cepat bangun kan ka ka mu dan kaka ipar mu)? (baik nenek) gladis pun beranjak dari duduk nya lalu memanggil kaka dan kaka ipar nya itu karna kamar mereka berdekatan jadi gladis terlebih dahulu membangun kan gladis terlebih dahulu baru kaka nya. "tok tok tok, " setelah ketuk pintu gladis langsung masuk ke kamar Nisa, ia tidak mendapati Nisa di kamar nya, lalu ia mencari dikamar mandi tetap saja tidak ketemu, gladis panik, lalu berlari ke arah kamar nya anand, sontak mata gladis melotot melihat pemandangan yang wah so sweet, anand dan Nisa sedang tidur ber pelukan , ia langsung mengambil HP nya di saku celananya lalu langsung di abadikan nya, "hehe lumayan buat barang bukti, kena kau kaka ku yang tampan. " gladis pun akhirnya membangun kan mereka dengan cara berteriak, "Aaaaa ka anand, kak Nisa apa yang kalian lakukan, " suara teriakkan gladis terdengar hingga ruang makan, sontak yang ada di ruang makan pun menghampiri sumber suara gladis. anand dan Nisa terhenyak kaget, pasal nya mereka masing-masing telah bermimpi indah, jadi gagal gegara suara teriakkan gladis, Nisa yang tak sadar dengan posisi nya dan pakaiannya pun masih plonga plongo, yah dia hanya memakai celana pendek dan singlet satu tali sedangkan anand hanya mengenakan celana boxer dan bertelanjang d**a. " hoam suara apa sih berisik banget, " tanya anand menatap gladis dengan tatapan mata yg masih mengantuk. "huh" ka anand ngapain di kamar kak Nisa, ih pake telanjang d**a gitu sih, nenek, kakek, ka anand lagi bikin anak, jerit , Hush ngawur
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN