episode 32 drama penculikan bag 1

971 Kata
*** "Aaaaa, " teriak Nisa setelah sadar maksud dari ucapan gladis tadi, ia bergegas mengambil selimut lalu menendang anand sekuat tenaga, sontak anand pin jatuh dari tempat tidur king size nya itu karna masih dalam kondisi mengantuk jadi tendangan pun tak terelakkan. setelah nya grandpa , grandma, gladis dan para pelayan yang lain terkejut, melihat anand jatuh dari tempat tidur. "Nisa apa yang kau lakukan hah, "? geram anand yang masih terduduk di bawah karpet bulu itu sambil memegangi pinggang nya yang sakit karena tendangan nisa tadi. sontak nisa menoleh kesemua orang, lalu menoleh anand lagi, setelah nya memeriksa kondisi tubuh nya, hah masih aman, celoteh nya sambil mengelus d**a, bahwasanya tidak terjadi apa apa antara dia dan tuan muda nya itu. anand pun tercengang, bukan nya takut malah dengan tenang nya ia memeriksa tubuh nya sendiri, tak lama anand pun bangkit dari duduknya nya lalu menoleh kesemua orang terutama ke arah gadis , dengan tatapan tajam, kau gadis jelaskan maksud dari semua ini dan jelaskan, paham,anand langsung masuk ke kamar mandi dengan membanting pintu dengan keras. "brrak" gadis pun menoleh ke arah grandma dan grandpa nya lalu , mereka hanya menggelengkan kepala melihat tingkah cucu perempuan nya itu, setelah nya ia melihat ke arah nisa, sedangkan nisa yang di lihat hanya ber kata " memang nya ada masalah apa" tanya nya tanpa mengeluarkan suara nya. " hhaah, "gladis pun menghela nafas rendah lalu menghampiri Nisa, dia pun duduk di pinggir tempat tidur tepat bersebelahan dengan Nisa, setelah nya lalu memeluk Nisa dan meminta maaf. yah, ini memang rencana gladis menukar kamar mereka berdua, sebenarnya kamar yang di tiduri Nisa adalah kamar anand sedang kan anand tak menyadari kalau Nisa sudah tertidur pulas sambil menutup selimut di seluruh tubuh nya. sedangkan anand yang sangat lelah langsung membaringkan badan nya di tempat tidur king size nya itu tanpa menaruh curiga sedikit pun, singkat cerita mereka terlelap dari tidur nya yang sama sama sedang ber mimpi indah. Nisa yang bermimpi berkumpul dengan keluarga nya kembali dengan kehidupan yang lebih baik tanpa adanya kekurangan hanya kebahagiaan lah yang ia lihat , ia memeluk semua anggota keluarga nya dengan sangat bahagia. lain hal nya dengan anand, entah mengapa sekarang ia menjadi seorang yang m***m, fikiran nya saat ini ia ingin sekali menikahi Nisa secepatnya nya dan merasakan nikmat nya surga Dunia yang kata orang orang itu sangat memabukkan , ya, anand sedang bermimpi dia sudah menikah dengan Nisa, senyuman nya tak pernah luntur dari bibir nya, sebenarnya ia sempat terbangun saat Nisa tak sengaja menedang kaki anand lalu tangan nya mengenai wajah anand, anand yang terbangun bukan nya marah ia malah tersenyum di raih nya pinggang Nisa agar ia bisa leluasa untuk memeluk nya, setelah dekat ia merapikan poni yang sudah mulai menutupi matanya Nisa di padang nya dalam dalam wajah nya, istri ku yang jelek ternyata kau imut juga ya seperti bayi, di kecup nya pucuk kepala Nisa lalu beralih ke kening hidung dan berakhir di bibir nya Nisa yang menurut nya memabukkan itu, sekali ia mengecup nya ia merasakan desiran aneh di dadanya, lalu ia mengecup nya lagi dan lagi hingga terjadilah ciuman bahkan lumatan meskipun tidak mendapat balasan tapi ia tetap menikmati nya, setelah nya ia memejamkan matanya kembali sambil memeluk Nisa di dalam dekapan tidur nya, tak selang beberapa lama suara teriakan pun ber bunyi, yah dialah gladis adik kesayangan nya yang telah menghancurkan mimpi indah nya itu. **** ( di dalam kamar mandi), sial sial sial, anand merutuki kebodohan nya tadi, ternyata yang ia alami bukanlah mimpi, melainkan kenyataan , ia mondar mandir tak jelas dan berakhir di wastafel ia melihat pantulan dirinya sambil mengingat kembali moment manis tadi , yah dia tersenyum sambil memegangi bibir nya, entah sejak kapan ia menjadi m***m seperti ini, "aaghk " sial semoga saja Nisa tak menyadari nya, celotenya. setelah adegan peluk pelukan gladis pun menceritakan maksud dan tujuan nya kenapa bisa terjadi hal yang memalukan( versi nisa ya), nisa pun manggut manggut tanda mengerti, akhirnya dia memberikan ide yang sedikit extrim menurut nya, tapi tidak untuk gladis itu sangat extrim, mendengar nya saja sudah membuat nya merinding, bagaimana tanya nisa ke gladis, hmm ngga ah kak bahaya aku ngga sanggup jika sampai adegan penculikan kaya gitu. hah, nisa pun menghela nafas panjang, tapi kayak nya cuma itu jalan keluar nya,saya kan ngga tau ka kamu itu menikah karna apa, cinta kah atau hanya sebatas tanggung jawab yang mustahil karna memang di antara kami berdua tidak terjadi apa apa kok,balas nisa. "hmm, " gladis pun berfikir sejenak lalu menatap nisa inten dan beralih ke bibir nya yang bengkak, dia tersenyum jahil, sambil berkata,ka nisa yakin ngga terjadi apa apa. dengan semangat ia pun mengangguk cepat, ia sangat yakin karna ia masih berpakaia utuh. " hahahaha " gladis pun langsung tertawa terbahak-bahak, ternyata kak nisa polos bnget ya sampe ngga ke brasa bibir nya bengkak gitu ups, keceplosan. Nisa pun mengernyit kan dahinya, hm polos, bengkak, bibir, bibir siapa yang bengkak. hadeuh ka nih ayo ikut aku ke kamar sebelah, akhirnya gladis pun mengajak Nisa ke kamar sebelah untuk bercermin. "ada apa", tanya nisa ke gladis. gladis pun menunjukkan kaca dengan dagunya. nisa pun menoleh alangkah terkejutnya nya ia mendapati bibir nya yang bengkak, hah bibir ku dasar majikan mesuuum teriak Nisa di kamar gladis, dia mengeram kesal deru nafas nya tersengal sengal ,gladis pun memegang telinga nya erat karena teriakan Nisa yang kencang . akhirnya Nisa pun bangkit dari meja rias nya gladis menghampiri kamar anand sambil menghentak kan kakinya, dan berceloteh, dasar bos m***m, rese, kurang ajar, se enak udel nya aja main serobot bibir orang sampe bengkak, awas aja kalau ketemu, tak unyel unyel, tak jitak kepala nya, emang dasar m***m katanya ngga bisa bersentuhan dengan lawan jenis nyatanya nyosor kaya bebek , malah ngga ngomong ngomong lagi, ih sebel sebel sebel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN