###
dua minggu sudah Nisa meninggal kan kampung halamannya, ibunya dan adik bungsunya sedang bersiap siap pergi ke rumah sakit untuk menjenguk suaminya,
seminggu yang lalu Nisa memberi kabar gembira bahwa ia akan bertunangan dengan boss nya di jakarta yang sedang dinas di Belanda, karena suatu sebab ia di harus kan ikut oleh boss nya itu, Nisa telah menceritakan garis besarnya, tapi tidak dengan phobia nya anand dan trauma nya, ia hanya mengatakan bahwa mereka memang saling mencintai satu sama lain .
Nisa tak mau membuat keluarga nya khawatir tentang dirinya, bahkan ia mengatakan bahwa biaya rumah sakit sudah di tanggung oleh calon suami nya itu.
entah apa yang dirasakan ibu siti pada saat itu, ia menangis bahagia atau menangis karna sedih melihat anak nya akan menikah di usia muda.
ibu siti khawatir jika nanti akan di sia sia kan keluarga calon suami itu mengingat mereka adalah orang tajir melintir sedangkan mereka hanya seuntai debu yang bisa di tiup kapan saja bisa menghilang.
ada keniatan untuk menolak agar tidak terjerumus masuk ke golongan orang orang kaya, ia tak mau anaknya nanti rusak jika dia sedang prustasi karna masalah keluarga, namun apalah daya dia berhutang banyak pada keluarga itu yang mau menanggung biaya rumah sakit yang sangat mahal.
dengan berat hati ia menerima nya, meskipun ia belum pernah melihat calon besan nya dan calon menantu nya itu.
rencana nya ia akan memberi tau suaminya jika memang sudah membaik, kakak dan adik nya blm mengetahui perihal Nisa akan tunangan karna belum di umum kan secara resmi.
****
mami Sierra sedang bersiap siap berangkat ke Belanda, karna besok adalah hari dimana anand dan Nisa akan bertunangan terlebih dahulu, sedangkan papi nya anand, berangkat belakang karna masih sibuk dengan meeting dadakan di bali, setelah nya akan menyusul ke Belanda.
grandma dan gladis masih asik memilih dekorasi yang akan di pakai besok di taman belakang, sengaja acara nya itu di serahkan ke adik nya gladis karna dia selalu merengek ke anand agar bisa ikut andil dalam acara tunangan kaka kesayangan nya itu.
grandpa dan anand masih berada di ruang kerja entah apa yang di bicarakan mereka nampak nya sangat serius sehingga anand sendiri sempat cemas atas apa yang grandpa katakan kepada nya.
sedangkan Nisa masih cemas, kesana kemari ia masih belum yakin akan pertunangan ini pasal nya ia belum mencintai sepenuhnya ke boss m***m nya itu, anand memang lah tampan terlebih sikap nya yang telah berubah menjadi hangat yang selalu membuat jantung nya selalu dag dig dug.
meskipun ia selalu memuja pria tampan ia tak pernah berfikir bahwa ia akan memiliki nya, terasa mimpi, ia selalu ber andai andai kalau ia akan menjadi Putri dalam sebuah dongeng, yang mana Putri itu bersanding dengan pangeran tampan, seolah olah mimpi nya itu menjadi nyata, walau memang sesungguhnya nyata.
tak berselang lama gladis mengajak Nisa ke salon langganan nya setelah nya mampir ke butik untuk mengambil baju tunangan besok, berhubung anand masih sangat sibuk dengan pekerjaan nya itu, ada saja laporan laporan yang mengganjal dan tidak masuk akal, sampai saat ini masih terus di selidiki.
joddy dan dokter irs pun ikut andil dalam mencari bukti , siapa penghianat yang sebenarnya karena selama ini ia selalu salah dalam menuduh seseorang seolah olah orang itu korban yang menjadi kambing hitam, padahal bukan.
oleh sebab itu mereka bertiga membuat rencana untuk menjebak siapa pelaku yang sebenarnya.
***
di perjalanan ke arah butik Nisa melihat seorang anak kecil yang sedang menangis lalu ia menghampiri anak kecil itu tanpa sepengetahuan gladis dan para bodyguard nya dan memberikan roti yang ada di tas nya.
namun naas ketika akan kembali tiba tiba ada sebuah mobil yang menabrak Nisa alhasil ia pun terpental ke sisi jalan , Kepala nya terbentur aspal sehingga mengeluarkan banyak darah, tak lama anak kecil tadi berteriak histeris sehingga mengundang banyak orang termasuk gladis dan para bodyguard nya.
sontak gladis pun berteriak histeris pula melihat calon kaka ipar nya kecelakaan, lalu beberapa bodyguard bergegas membawa Nisa ke rumah sakit terdekat selebihnya melaporkan kejadian tadi ke boss nya, tak lupa saksi mata pun di ajak yaitu seorang anak kecil tadi.
***
anand yang hatinya merasakan kegelisahan tiba tiba di kejutkan dengan berita yang tidak mengenal kan , ia kaget mendengar Nisa kecelakaan dan sedang di rawat di rumah sakit.
anand yang panik langsung berangkat ke rumah sakit yang sudah di beritau oleh para bodyguard nya, sedangkan grandpa meminta para bodyguard nya untuk menghadap dirinya, dan grandma ikut ke rumah sakit tapi tidak dengan anand, grandma di antar oleh supir lain.
sesampainya anand di rumah sakit ia langsung menerobos masuk ke ruang UGD, ia melihat gladis yang terus menangis tak berhenti seolah-olah ia merasa bersalah karena telah lalai menjaga calon kakak ipar nya itu. di samping gladis ia melihat ada seorang anak kecil yang sedang menangis pula namun ia tak menghiraukan itu, justru ia menghampiri 2 bodyguard kepercayaan nya itu langsung menghajar nya.
"dasar kalian tidak becus menjaga satu orang saja kalian tidak bisa, bisa bisa nya terjadi hal yang demikian hah"
, kedua bodyguard nya pun tak melawan ketika anand memberikan bogem mentah ke pada mereka, untung saja joddy dan dokter irs datang dan menghalangi anand untuk bertindak ceroboh.
"anand sudah hentikan, mereka tidak salah ini adalah semua memang musibah mereka sudah bekerja keras untuk menjaga keluarga, sebenarnya ada yang tidak beres lebih baik kau tenang kan lah dirimu sejenak oke." ucap joddy sekertaris Anand melerai perkelahian itu
para bodyguard pun di suruh pergi untuk mengobati luka di pipi mereka yang di pukul oleh anand.
"sebegitu cinta kah kau dengan asisten mu itu sehingga kau bisa memukul bodyguard kesayangan mu itu hah. "
cibir joddy ke anand, dan hanya di tanggapi dengan lirikan tajam saja tanpa adanya suara.
yah anand akui, ini semua adalah musibah ia percaya betul akan para bodyguard nya itu yang telah lama ikut dengan nya,namun mengingat sikap ceroboh calon istri nya itu ia merasa kesal .
mungkin karna tak sanggup kehilangan orang yang telah mencuri hatinya itu ia menjadi hilang akal, perasaan tidak enak yang ia rasakan itu merupakan hubungan batin bahwa akan terjadi sesuatu yang akan menimpa orang tersayang nya.
dia melirik dokter irs yang sedang berbicara dengan seorang dokter di Belanda tentang kondisi Nisa, anand yang tak berdaya pun terlihat prustasi setelah nya ia menghampiri dokter irs .
" bagaimana ke adaan nya, " tanyanya.
" alhamdulillah, tidak terlalu parah, mobil yang menabrak tadi hanya mengenai pinggulnya nya, tapi kepala nya terkena benturan sisi jalan, seperti nya ia sempat menghindar ketika melihat mobil yang melaju kencang ke arah dirinya . "
namun ada yang aneh seperti nya ada yang ingin bermain main dengan keluarga mu,
" maksudnya ", tanya anand,
"nanti akan kuberi tau lebih baik kau tengok lah calon istri mu dulu dan tenang kan lah adik mu itu, ingat jangan pojokan dia karena dia merasa bersalah atas kecelakaan ini. "