episode 25 , cemburu

635 Kata
tak terasa hari sudah siang, rencana untuk pergi ke Belanda pun berlanjut, karena penerbangan pagi hari tadi di cancel dikarenakan sidang dengan maminya anand terpaksa harus di tunda waktu nya. baik anand maupun nisa sedang bersiap siap untuk melakukan perjalanan panjang kira kira mencapai 15/17 jam untuk sampai ke Eropa itu. nisa telah siap untuk berangkat ia berkali-kali menghela nafas rendah , sedang meratapi nasib nya di sana, pasti akan sulit terlebih lagi ia tidak bisa menggunakan bahasa asing, ya meskipun ia sempat kursus bahasa Inggris tapi untuk melafazkan kan nya masih kurang, jika ada yg berbicara bahasa Inggris ia masih mengerti. sedangkan anand dengan semangat ia bersiap, sebenarnya dari tadi sudah siap hanya saja ia masih tetap berpose ria di cermin dan sedang memuji dirinya yang tampan, senyum nya tak pernah hilang kadang ia bernyanyi nyanyi kecil dan bersiul siul sambil merapikan rambutnya. "huft," mana sih tuan anand katanya mau berangkat ntar telat ngomel ngomel lagi huh, nyebelin banget sih jadi bos lelet banget ! , gerutu Nisa. "ekhm", siapa yang lelet ? aku tuh dari tadi sudah siap hanya saja tadi sakit perut jadi lama tau ngga. "mm banyak alesan bilang aja dandan tuh rambut ampe klimis kutu lewat langsung maen prosotan ,"batin nisa "ayo kita berangkat, anand pun mengulurkan kan tangan nya untuk menggandeng Nisa, sekarang ia tidak ragu lagi bersentuhan dengan nisa, karena sudah berkali kali gejala fobia nya tidak kambuh . " sedangkan nisa hanya menatap tangan anand yang terulur, lalu memandang anand aneh sambil memiringkan kepala nya, akhirnya paham nisa pun memberikan Godybag nya sambil nyengir kuda, anand yang gemas langsung menarik Nisa , "dasar lola, " alhasil nisa yang di tarik langsung memeluk anand spontan, entah apa yg di rasa, yang jelas jantung nya kembali disco an, baik anand maupun nisa malah terlihat canggung. anand sudah mulai terhipnotis lagi kala ia melihat bibir Ranum Nisa yang menggunakan lipstik tipis itu terasa menggoda , anand menatap nya intens seperti nya ia memoles wajah nya sedikit namun terlihat lebih segar, tidak seperti biasa yang berpenampilan asal asalan . anand memandang nya dari atas sampai bawah ia sedang menilai pakaian yg dikenakannya terlihat sangat cocok , ada nilai tambahan untuk nya untuk tubuh nya pun lumayan berisi, mungkin dia terlihat kurus karena selalu memakai pakaian longgar kali ya? hehe tapi yang aneh kenapa harus kemeja dan celana bahan hitam putih, seperti anak magang aja hadeuh, anand pun baru sadar hingga ia menepok jidat nya sendiri. " tu tuan, kenapa liatnya kaya gitu, ada yang salah ya hehe. " "hei, Nisa kau ini mau magang apa gimana, memang nya tidak ada baju yang lain. " Nisa pun menggeleng kan kepala nya, "ini udah baju yg terbaik tuan dan sopan yang lain kebanyakan kaos oblong sama celana training. " " huft" , akhirnya anand pergi ke kamar nya ia ingat menyimpan pakaian adik nya 2 atau 3 pasang yang tertinggal di apartemen nya dengan secepat kilat anand pun mengambil nya lalu menyerah kan ke nisa untuk berganti pakaian. "ganti, aku tidak mau mataku sakit lihat penampilan kau, walau bagaimana pun sebentar lagi kau akan jadi istri ku jadi kau harus nurut. ' "ih ribet banget sih, ngatur mulu. " dengan kesal nisa pun mengambil baju itu lalu dan berlalu kekamar nya sambil menghentak hentakan kakinya kasar. sedangkan anand merasa terhibur dengan tingkah polah nisa itu, hah hampir saja dia merealisasikan mimpinya tadi gagal sudah gegara pakaian magang itu, 'hah sudah lah. " tak butuh waktu lama, nisa sudah keluar dari kamarnya, nisa merasa risih, karena selama ini ia jarang sekali memakai rok apalagi dress terlebih yang pas body, meski baju yang diberikan anand panjang namun tetap saja ia merasa tidak nyaman. beda dengan anand, ia nampak tak berkedip sedikit pun, ternyata kau sangat indah, batinnya, "ekm, " "ayo kita berangkat nanti telat. '
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN