episode 24 gelenyar aneh bag 2

778 Kata
jam sudah menunjukan pukul 10 pagi, anand dan nisa masih uring uringan di kamar mereka masing masing, nisa yang cemas akan ancaman anand, sedang kan anand cemas karna rasa gugup nya karna terlalu senang ia sempat hampir lepas kontrol waktu di ruang tamu tadi. selepas kepergian nyonya Siera anand dan nisa masih saja memperdebatkan tentang pernikahan, nisa yang merasa tertipu katanya anand tidak bisa bersentuhan dengan lawan jenis nyata nya lebih agresif, harus nya dia sadar tentang kejadian di lift waktu itu namun di sisi lain iya merasa kasihan karna teriakan histeris dan trauma yang di alami nya terlebih lagi cerita yang ia dapat dari nyonya Siera yang sebentar lagi akan menjadi mami nya itu. sedangkan anand masih terus terusan membuat nisa terpojok agar ia tetap mau menikah dengan nya , karna saking gemas nya anand pun mengecup bibir nisa. " cup. " sontak nisa membelalakan mata nya lalu dengan sekuat tenaga ia mendorong anand namun hasil nya nihil tenaga anand lebih besar dari pada dirinya. anand menatap nisa dengan inten lalu berkata, " dengar jika kau bergerak lagi kau akan menerima lebih dari sekedar kecupan" ", atau kau memang mau aku cium hah". akhirnya nisa pun berhenti berontak ia pasrah namun saat ia terdiam ia merasa kecupan hangat di kening nya dan pelukan hangat juga ada rasa gelenyar aneh dalam tubuh nya. sedangkan anand tersenyum simpul saat nisa tak lagi melawan " ternyata dengan cara seperti ini kau bisa nurut ya" , anand pun mengecup kening nisa lalu memeluk nya sesaat setelah itu melepaskan dan anand berlalu pergi ke kamar nya . nisa yang terpaku di ruang tamu itu langsung mengerjap ngerjap kan matanya, dan menoleh ke kanan dan ke kiri, setelah aman ia langsung masuk ke kamar nya, "gila gila gila, ya Allah gimana ini masa nikah muda sih, mana bapak lagi kena musibah lagi ya ampun gimana ini, tapi kok rasa nya aneh ya di peluk kaya gitu," " iihh ngga ah itu mah modus doang bisa jadi ngerayu nya kayak gitu, giliran udah dapet yang di mau ntar malah ninggalin" " huh biasanya kan orang kaya pada kaya gitu, lagi pula mana mau sama orang miskin kurus dekil, dah ah ngga mau ambil pusing tidur aja lagi masa bodo ama kerjaan paling juga potong gaji. "(Nisa) " hhaaahh, " jadi gini ya rasanya pelukan dengan lawan jenis, walau aneh tapi nyaman ," anand pun berbaring di ranjang nya sambil senyum senyum, d**a nya yang berjedag jedug ria tak berenti selalu di pegangi nya d**a nya itu sambil membayang kan hal intim ke Nisa, ia memejam kan matanya sejenak dan dia bermimpi indah. "nisa mau kemana kau " "ma ,, maaf tuan saya mau ke supermarket bawah ada beberapa yang harus saya beli ," nisa pun berjalan mundur saat anand hendak mendekati nya, nisa dengan susah payah menelan saliva nya ia merasakan ke gugupan yang luar biasa, sedang kan anand masih saja terus mendekati nya hingga nisa terjebak di tembok bahkan kedua sisi kanan kiri nya di halangi oleh tangan anand , nisa menatap anand dengan ragu tangan nya pun meremas kaos kebesaran nya itu, namun saat ia mendongakkan wajah nya tiba tiba anand mengecupnya, lagi lagi nisa membelalakan matanya,lalu anand berkata " sebelum kau turun ke bawah kau harus cium aku dulu paham jika kau tidak mau biar aku saja yang mencium mu kalau kau menolak ingat aku akan mencabut biaya rumah sakit ayah mu. " akhirnya nisa pun pasrah saat anand mencium nya, awalnya hanya kecupan demi kecupan lama lama menjadi lumatan kecil lalu beralih menjadi lumatan besar, nisa tak sanggup mengikuti ciuman anand yang menurut nya aneh lalu anand dengan tidak sopan nya meremas b****g nisa dan berkata "balas ciuman ku." nisa pun menjawab " Saya ,,,saya tidak bisa tuan" ". harus bisa " balas anand, akhirnya nisa pun belajar sedikit sedikit karna terbuai dengan permainan anand nisa pun membalas setiap lumatan yang di berikan anand, sedang kan anand tersenyum senang akhirnya dia berhasil di raih nya tangan nisa lalu di arahkan ke leher nya untuk di kalung kan sedang kan tangan anand yang satunya menyelinap masuk ke dalam kaos kebesaran nisa itu seperti nya ia sedang mencari cari pengait bra nya saat ia menemukan ia pun melepaskan nya dan meraba gunung Nisa yang sekal, " ternyata boleh juga ukuran nya pas di tangan ku," anand pun memain kan p***ng p******a nya nisa, dan mendengarkan desahan halus dari bibir nya namun di saat ia hendak membuka kaos nya nisa tiba tiba suara gedoran pintu terdengar. "dug dug dug, " "tuan ,,tuan,," terdengar suara yang sangat ia kenal, seperti suara nisa, dan dia pun membuka mata nya "aakh sial ternyata hanya mimpi. "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN