tak terasa mereka pun telah sampai di negara Eropa, tepat nya di bandara terbesar di daerah belanda, yaitu bandar udara internasional Schiphol, tak berselang lama mereka pun di jemput dengan mobil keluaran baru yang sedang trend disana, ferrari 250 GTO tahun 1963 , dengan harga lelang nya saja mencapai 1 trilliun.
banyak mata yang berdetak kagum melihat mobil itu bahkan banyak orang yang bergaya di depan itu walau hanya sekedar selfie saja.
sedangkan nisa yang baru saja sampai di buat nya terkagum, yah di sepanjang perjalanan di pesawat ia tak pernah tenang ia selalu berdo'a akan keselamatan nya, anand pun selalu berusaha menenangkan nya tetap tidak bisa, selama 15 jam ia tidak bisa istirahat sedetikpun, hingga anand hanya bisa pasrah dan selalu menghela nafas rendah.
"ekm" mau sampai kau akan berdiri di situ,? tanya anand ke pada nisa,
" mmm saya, mm mau ke toilet tuan udah kebelet pingin pipis".
"apa , kenapa tadi di dalam pesawat kau tidak ke toilet hah, " ck, ck ck, selalu bikin ulah, dasar gadis aneh,!
nisa pun menarik ujung kemeja anand agar ia di izinkan ke toilet.
" haaahh, oke ayo, "
"hmm, kemana", tanya nisa dengan wajah bingung nya.
dengan tatapan tajam anand pun Merasa geram dengan tingkah konyol nya,
"bukan kah tadi kau minta ke toilet"
, sambil menahan geram ke nisa, dengan tampang polos nya ia dengan enteng mengatakan, kemana
lagi lagi nisa bertingkah konyol, sebenarnya ia sengaja bertingkah seperti itu, hanya untuk ngerjain tuan bos nya saja,
"haha batin nisa , biar tau rasa kau tuan rese, seenak jidat nya aja maksa maksa, untung nyampe dengan selamat nah kalau kenapa napa gimana kan"! sayang belon nikah.
akhirnya anand pun mengalah ia mengantar nisa ke toilet wanita dan dia pun dengan setia menunggu nisa sampai keluar, heol bisa bisa nya seorang CEO besar nunggu seorang wanita di toilet, apa kata dunia nanti, bisa bisa ia di bilang bucin lagi.
tanpa sepengetahuan anand ada beberapa paparazi yang telah mengikuti nya, dari Indonesia sampai belanda, ia pun mengambil beberapa Potret anand dan nisa, bahkan saat anand mengantar nisa ke toilet pun tak luput dari pengawasan paparazi itu.
" loh, tuan ngapain berdiri di situ, tuan mau ke toilet juga, noh di sonoh ini mah toilet wanita, atau jangan jangan tuan mau ngintip ya" .
anand pun menoyor kening nya nisa, kau ini punya otak ngga dipakai jelas jelas aku menunggu mu, lama sekali di toilet bertapa kamu hah".
"ih tuan rese banget sih, pake noyor noyor jidad segala, lagian saya kan ngga minta di tungguin, tuan nya aja yang kurang kerjaan, huh sebel."
" ekhm " ha habis kalau kau hilang bisa rugi aku nya, sudah bayar mahal mahal kamu nya malah ilang", kata anand berkilah.
sebenarnya nisa merasa senang, ia bisa liburan ke luar negri namun ia gengsi dengan bos nya yang galak itu , bahkan di dalam toilet ia berjingkrak jingkrak heboh di sana, ia juga merasa bersyukur, ternyata bos nya itu tak terlalu buruk juga sifat nya, semakin ia mengenal tuan nya itu ia merasa aneh, apa mungkin ia jatuh cinta, sadar nisa sadar, meskipun nyonya yang menyarankan pernikahan untuk mu, kamu harus tetap jaga diri, sampai sah , jangan berikan kesempatan sedikit pun pada bos m***m nya itu, terlebih ini adalah negara bebas .
baik nisa dan anand mereka saling diam dalam memandang, entah apa yang di fikiran nya masing masing yang jelas ini adalah pose yang romantis bila di lihat dari kamera.
****
di tempat lain. " halo, bagaimana dengan tugas mu, apakah berjalan lancar "? kau ikuti terus perkembangan nya dan segera kirim file nya lalu langsung kau sebarkan ke beberapa infotainment, baik dalam maupun luar negri.
" hah, semoga dengan cara seperti ini bisa membantu "!
yah, dia adalah nyonya Sierra, nyonya Sierra sengaja mengirimkan paparazi khusus untuk mengawasi anand dan nisa, sekaligus mengklarifikasi desas desus yang telah beredar, bahwa putra nya itu adalah seorang gay.
namun siapa sangka nisa bisa menyelesaikan masalah anaknya itu, baik dalam segi,penyembuhan dan membantu mengurangi desas-desus yang beredar.