Mendengar Irvan berkata begitu, hatiku mulai tergerak. Apa aku memang harus melupakan dia lebih dulu dan fokus mengembangkan usahaku? Tapi, aku ragu bisa melakukannya tanpa dia. Kak Mita adalah seseorang dibalik adanya Usaha Cilok-ku ini. Mungkin tanpa adanya usulan darinya, aku tidak akan pernah terpikir untuk membuka usaha ini. Bagiku, Kak Mita adalah sosok penting agar usaha ini semakin berkembang. Namun, aku tidak tahu bagaimana kelanjutan hubunganku dengannya. Apa aku masih bisa bertemu dengannya? Apa mungkin aku masih bisa berbincang dengannya? Melihat perlakuan Bu Lasmi kepadaku, aku ragu hubunganku akan baik-baik saja. Kak Mita ada sosok anak yang berbakti pada orang tua, terlebih pada Ibunya. Dia pasti akan menerima semua keputusan Ibunya meskipun terpaksa. "Begini, Top, lu ha

