Ch.64

1883 Kata

Selama beberapa detik lidahku membeku, tidak bisa berbicara sepatah kata pun. Aku mencoba mengingat kembali apa yang baru saja Bu Lasmi katakan. Aku mengetahui nama wanita ini karena pacarku selalu bercerita tentangnya. Kak Mita selalu berkata bahwa ia ingin membahagiakan ibunya dan akan selalu menuruti keinginannya. Awalnya kukira itu hanya sebuah candaan semata. Tapi, raut wajah Bu Lasmi begitu meyakinkan. Dibalik sorot matanya yang dingin, ada aura sinis yang seolah menyuruhku untuk enyah dari hadapannya. Namun, kembali aku berpikir, tidak mungkin Bu Lasmi membuat lelucon semacam ini. Bukankah terlalu berlebihan jika dia berkata seperti itu hanya karena tidak ingin melihatku? Tapi, bersamaan dengan perasaan canggung ini, ada perasaan gelisah yang mengiringi, benarkah dia akan menjodoh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN