Ch.63

1040 Kata

Dia terlihat tercengang. Menatapku dengan mata lebarnya. aku terkekeh dan bertanya, "kenapa reaksi yang seperti itu? Apa kamu terkejut?" Dia pun berkata bahwa dia tidak percaya dengan ucapanku. aku pun hanya mengangguk dan mengiyakannya. Lalu berkata, "lihat saja besok." Esok harinya, pagi-pagi sekali aku pun mampir ke rumah pacarku sembari berjualan cilok. karena jaraknya tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit, sekitar pukul 07:30 aku pun tiba di depan rumahnya. Ibu pacarku terlihat sedang menyirami bunga di halaman depan. dia menoleh ke arahku lalu terlihat terkejut dengan penampilanku saat ini. Bukan penampilan pakaian, namun dari gerobak aku bawa saja sudah sangat menggambarkan profesiku sebagai penjual cilok. Aku menghampiri dan menyalaminya lalu men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN