Hari pertama menjalankan usaha ternyata tidak terlalu buruk. Aku berangkat pagi hari dan mendekati siang hari, Cilok Yang aku jual pun hampir habis. aku beristirahat sejenak di kedai kopi untuk menghilangkan dahaga dan dan mengistirahatkan kakiku. Aku sudah berjalan cukup jauh. rasanya kedua lutuku mau copot. saat aku sedang menikmati segelas kopi, seorang pria seumuran ayahku terlihat memandangi gerobakku di depan kedai. aku pun mulai waspada. Apa jangan-jangan dia mau membawa lari gerobak cilokku? rupanya dugaanku salah. dia masuk ke kedai kopi dan memesan minuman lalu dia pun menghampiriku dan meminta izin untuk duduk Satu meja denganku. Aku awalnya keberatan karena saat ini aku sama sekali tidak mau diajak berbincang. Aku cukup lelah untuk berbicara tapi prinsip seorang pengusaha

