Seminggu Kemudian Aku masih mengingat dengan pasti apa yang terjadi minggu lalu. Perkelahianku dengan Si Bima benar-benar membuatku terkejut setengah mati. Aku tidak menyangka mereka akan melakukan hal senekat itu. Sebenarnya apa yang mereka pikirkan. *** Saat waktu istirahat tiba, seperti biasa, Aku, Irvan, dan Reza berkumpul di Kantin Sekolah. "Lu berdua masih kaget gak, sih?" tanyaku menatap mereka berdua. "Soal minggu kemaren?" balik Reza bertanya. "Iya. Soal minggu kemaren. Sumpah! Gue masih kaget banget, Anjir!" "Sama. Gue juga kaget banget. Serasa diterapi jantung gue. Gue kira kita semua bakal habis di sana," ucap Reza. "Gue juga udah kosong banget. Gak bisa mikir apa-apa." Irvan melanjutkan. "Kok bisa ya mereka ngelakuin hal kaya gitu? Maksud gue, keroyokan boleh, tapi

