Pagi Hari di Kelas 1-1 Reza membicarakan tentang perempuan kemarin. Senior kelas tiga yang sempat membuatnya patah hati. Perempuan cantik yang menurutku biasa aja itu bernama Sisy. Katanya, Si Sisy itu tiba-tiba menelpon Reza kemarin malam dan memberitahu kalau dia baru saja putus dengan pacarnya. Lalu aku pun bertanya pada dia, "Terus lu jawab apa, Za? Masa iya lu nggak manfaatin kesempatan emas itu. Lu langsung nembak dia, 'kan?" Ah ... Benar juga. Untuk apa aku bertanya seperti itu. Maksudku, aku 'kan lagi ngobrol sama Playboy kelas kakap. Sepertinya pertanyaanku tadi sudah terjawab sebelum Reza berbicara. Dan pasti jawaban dia .... "Enggak." "What?!" Tentu saja aku terkejut. Itu mustahil. Tidak mungkin. Di luar logika. Padahal itu kesempatan yang sangat bagus bagi Reza untuk

