Turun dari mobil dan menelurusi setiap lorong-lorong rumah sakit yang dihiasi taman-taman kecil di setiap kanan dan kiri lorong rumah sakit terlihat begitu cantik, apalagi diterpa terik sinar matahari siang ini, bunga-bunga itu tampak bersinar berkilau-kilau. Nadine senang melihatnya, apalagi berjalan bersisian di sebelah Juna seperti saat ini dengan tangan yang saling bergandengan, membuat hati Nadine lebih senang, tapi apa setelah ini Juna masih akan menggandeng tangannya? Mengingat kedatangan mereka ke rumah sakit kali ini untuk menengok Felicia yang masih berada di rumah sakit. “Juna!” teriak Pak Ibrahim saat melihat laki-laki itu datang. Ayah kandung Felicia memang sengaja menunggu di depan pintu kamar VVIP—kamar Felicia. Juna segera menjabat tangan pria tua itu seraya berkata, “A

