BAB 96 - dipending dulu

2257 Kata

Felicia menampakkan ekpresi wajah yang bingung, heran dan penasaran saat mendengar celotehan si kembar tentang Juna yang ayah mereka. Perempuan itu jadi penasaran dan mencoba mengingat-ingat hingga kepalanya pun berdenyut sakit. “Aah, kepalaku! Sakit!” rintih Felicia sambil memegangi kepalanya yang terasa nyeri. “Kenapa, Sayang? Sakit, ya?” Perempuan muda itu hanya mengangguk saat sang mama mengkhawatirkannya, Juna yang berdiri di belakang Felicia juga tampak khawatir, “tuh ‘kan apa Mama bilang, kamu itu nggak usah terlalu fokus mikirin hal-hal yang kamu lupa, jadi gini ‘kan jadinya,” lanjut Wilma yang terlihat sangat cemas dengan kondisi Felicia. “Tapi anak-anak itu, Ma--” “Anak-anakku ini memang menganggap Mas Juna sebagai ayahnya, Mbak,” sela Nadine cepat, ketiga anak kembar itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN