Setelah mendapat lampu hijau dari Iren, Nio pun langsungi menarik pinggang Iren semakin mendekat. Iren mengaitkan kedua tangannya ke tengkuk Nio, dan mereka pun berciuman sangat lembut di dalam lift. Saat pasoksan oksigen habis, Nio dan Iren pun melepaskan ciumannya. Napas mereka masih terengah-engah. Nio mengusap bibir Iren dengan jarinya lalu mencium kening Iren dan mengajak Iren untuk masuk ke ruangannya. "Kaka mulai kerja, ya," ucap Nio saat memasuki ruangan. Iren pun mengangguk. Lalu, melepaskan genggaman dari Nio dan mendudukan diri di sofa. Nio melepaskan jasnya, dan mendudukan dirinya di kursi kerjanya. Ia mulai membuka laptop, dan mulai memeriksa pekerjaannya. Namun, belum lama ia membuka laptop. Ia langsung melirik ke arah Iren, Ia mengusap wajah kasar saat melihat Iren suda

