Nio membuka matanya kembali saat merasa tak ada yang terjadi. Ia pikir, Iren akan mencium bibirnya. Tapi, ternyata Iren hanya mengambil bulu mata Nio yang terjatuh. "Apa?" tanya Iren, yang heran saat Nio terus menatapnya. Bukannya menjawab, Nio mengangkat tangannya untuk mengelus bibir Iren, membuat Iren gugup dan tersipu. Iren pun dengan segera bangkit dari pangkuan Nio saat merasakan ada yang mengganjal dari bawah. Apalagi jika bukan kejantanan Nio. Nio terkekeh, kemudian mengusap wajah kasar. "Oke, belum waktunya kau keluar dari sarangmu." Nio membatin saat melihat tonjolan yang saat ini begitu menyiksanya. Ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke walk in closet, untuk mengganti pakaian. 15 menit kemudian, Nio pun selesai dengan. Ia keluar dari walk in closet dengan tampilan ya

