Bab 74

1085 Kata

Aku beristirahat di kamar setelah melewati berjam-jam penuh rasa cemas di dalam pesawat. Hanya tersisa sedikit jetlag. Namun aku masih bisa membuka mataku dan membaca pesan dari Nathan kalau ia menungguku untuk menghubunginya. Mataku masih setengah terpejam saat rasa mengantuk menguasai diriku. Lalu, ketika panggilan masuk. Aku pun menggeser tombol hijau dan menjawab telepon dari Nathan. ‘Halo,’ ucapku lemas. Perjalanan kali ini mampu menyita energiku. Selain karena cukup jauh. Aku pun masih belum sepenuhnya menerima kenyataan kalau harus kembali ke sekolah. ‘Hai, sudah sampai di Jakarta?’ tanya Nathan dengan suara yang begitu riang. Kurasa ia benar-benar merindukanku. Itulah alasannya mengapa ia tiba-tiba menghubungiku setelah aku baru saja sampai di rumah. Aku merasa sedikit terhibur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN