Hari minggu telah tiba. Aku lebih memilih untuk berdiam diri di kamar sambil mendengarkan lagu klasik. Sekadar untuk mengusir rasa kesalku sejak terakhir kali berbincang dengan Ayah dan Bunda. Sampai sekarang aku menyayangkan mengapa belum juga mendapatkan ijin dari orangtuaku untuk bertemu Nelly. Kembaranku membutuhkan kehadiranku di sisinya. Walaupun tidak menjamin kalau ia akan sembuh begitu aku berada di sampingnya. Aku mengambil sekotak s**u cokelat dingin di atas meja. Pagi ini aku tidak ingin makan apapun. Hanya s**u cokelat yang menjadi penawar lapar. Menikmati rasa manis dan dingin yang menyegarkan. Walaupun begitu perutku tetap saja berbunyi. Aku pun tersenyum membayangkan seandainya Nelly di sini. Biasanya ia akan datang dan mengomeliku jika tidak memakan apapun. Karena ia pas

