Farah berjalan gontai keluar dari ruangan dokter. Entah apa yang harus ia lakukan jika suaminya tahu bahwa ia tidak bisa memberikan keturunan. Lalu orang tuannya, bagaimana juga jika mereka sampai tahu? Bruk! "Woy, kalau jalan hati-hati, dong! Jangan sambil melamun," hardik seorang pria dengan kesal saat wanita berjalan dari arah berlawanan menubruk tubuhnya. "Maaf, Mas. Maaf!" sesal Farah. Ia berlalu sibuk dengan pikirannya sendiri sambil berjalan hingga tidak memperhatikan apa yang ada di depan. "Astagaa! Kenapa bisa begini? Aku benar-benar pusing." Farah frustrasi. ''Tapi aku yakin, Mas Bima tidak akan mempermasalahkan. Dia mencintai aku." Wanita itu berjalan cepat menuju mobil yang terparkir di halaman rumah sakit tempat ia berkonsultasi. Setelah bertemu Indah beberapa waktu yang

