Nuri hanya menoleh sesaat pada pria yang bertanya. Ya. Ia tahu, itu suara suaminya. "Aku cari kamu ke mana-mana. Taunya kamu di sini. Sedang apa di depan sini?" tanya pria itu lagi sambil memperhatikan sekitar, tetapi tidak menemukan apa pun yang mencurigakan. "Kamu juga! Saya telepon kamu dari tadi, kenapa gak diangkat?" Kali ini Iswara mengomel pada Bi Sumi yang menemani sang istri. "Maaf, Pak," sahut Bi Sumi dengan kepala menunduk. "Sumi, ayo pergi. Kita cari Damar. Dia pasti gak betah di tempat ramai kayak gini. Kita ajak dia pulang," ujar Nuri, abai dengan keberadaan suaminya. "Baik, Bu." Bi Sumi menurut. "Nuri, tunggu!" Iswara berdiri di depan kursi roda yang diduduki oleh isterinya. "Kamu mau ke mana? Acaranya belum selesai. Kalau para tetamu nanyain kamu, gimana?" "Mas bilan

