"Mas, kok kamu di sini?" Farah menghampiri suami, berusaha untuk bersikap biasa saja meskipun sebenarnya khawatir pria itu mendengar semua. Bima menatap datar. "Apa semua yang aku dengar tadi itu benar?" tanyanya tanpa menjawab pertanyaan istri. "Mas bicara apa sih?" kilah Farah seraya tertawa hambar. "Aku dengar semua pembicaraan kamu dan ibu tadi. Waktu kita belum nikah, rekan kerjaku bilang kamu selingkuh karena dia lihat kamu jalan sama cowok. Tapi ternyata sekarang aku tahu, aku yang selingkuhan kamu." Bima menatap tajam. Farah menalan saliva dengan susah payah. "Aku bisa jelasin soal itu, Mas," ujarnya dengan tatapan memohon. "Kalau gitu, jelaskan!" "Ak-aku ... aku ...." "Kamu apa? Kamu jadikan aku selingkuhan kamu gitu? Banyan loh teman yang bilang kayak gitu. Tapi aku gak pe

