Wildan menghela napas panjang lalu menyandarkan punggung pada kursi. "Lebih baik Anda pulang saja. Biarkan Lisna dan Aga bahagia dengan cara mereka sendiri." "Tapi Aga butuh ayah." "Anda tidak perlu khawatir soal itu. Aga sudah mendapatkan seorang ayah. Lisna pun sudah punya suami. Biarkan mereka hidup bahagia." "Menikah? Lisna sudah menikah?" Darwin terkejut mendengar informasi yang baru saja ia dapatkan. "Ya. Mereka sudah bertemu seorang pria yang mencintai mereka tanpa syarat." Darwin tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut. "Kenapa Anda terkejut? Bukankah Anda juga sudah bahagia dengan memilih istri baru dan juga anak lagi? Lisna juga berhak hidup bahagia bersama orang-orang yang menyayangi dan bisa menerima kekurangan dia." Darwin diam. Benar, Lisna memang berhak bahagia setela

