106- Hamil

1004 Kata

"Terus? Aku harus mikir apa kalau kejadian kayak gini?" Mata wanita itu sudah berkaca-kaca. Marah, kecewa dan sedih melebur menjadi satu. "Kamu jangan marah-marah dulu. Nanti Aga bangun loh, Sayang." Zayn menyentuh kepala sang istri "Gak usah panggil sayang-sayang!" Lisna yang sudah mulai terisak, menepis tangan suami. Hati kecil percaya bahwa tidak mungkin suami seperti itu. Tetapi test pack itu mengatakan lain. "Sayang. Itu test pack mas temukan di kamar kita tadi. Mau tanya kamu tapi gak keburu jadi mas bawa aja dan mas simpan di situ. Tadinya mas mau tanya pas kita udah jalan. Eh malah lupa," ujar Zayn. Segera menjelaskan. Mumpung sang istri sedang tidak mengomel. Lisna menoleh, menatap suami dengan wajah basah karena air mata. "Justru mas mau tanya sama kamu. Apa itu punya kamu?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN