Karena pencahayaan yang temaram, Damar tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di bawah kaki. Membungkuk hendak mengambil benda itu. "Mas!'' Lisna menajamkan indra perlihatkan. "Aku kira Mas masih tiduran loh. Lampunya kenapa belum dinyalakan?" tanyanya saat melihat suami sedang duduk di tepi ranjang dengan keadaan ruangan yang masih temaram. Tadi sengaja tidak menyalakan lampu karena suami masih berbaring meski sudah bangun. "Ini mau mas nyalain, Sayang," sahut Zayn kemudian menyalakan lampu hingga keadaan di kamar tersebut menjadi terang benderang. Menoleh ke bawah kaki, tidak menemukan apa-apa. Tadi benda itu sudah sempat ia raba, Tetapi karena terkejut mendengar panggilan isi, ia justru tidak sengaja menggesernya. Mungkin terselip di bawah tempat tidur. "Mas!" "Hah? Iya, Sa

