"Ayo, Ibu. Pakein Ade jaket," rengek Aga. "Ade tunggu di dalam aja. Di luar dingin, Sayang." "'Kan Ade pakai jaket, Ibu." "Nanti juga kalau Kakak datang, Kakak pasti pencet bel, di pagar ada belnya. Tadi juga Ade pencet 'kan?" "Tapi belnya tinggi, Ibu. Kakak gak sampai. Ade tadi digendong sama Ibu. Kakak ke sini sama nenek, Ibu. Nenek gak bisa gendong Kakak," celoteh anak itu. Lisna menatap sendu pada putranya. Jika mungkin, ia ingin membawa serta Damar tinggal bersama. Bukan hanya Aga yang rindu. Ia pun sama. "Cepat, Ibu. Pakaikan Ade jaket." Lisna akhirnya mengalah. Memakaikan jaket dengan kepala ditutup dengan hodie-nya. "Ade jangan ke mana-mana. Duduk aja di kursi. Ibu mau bikin sussu dulu buat Ade." "Iya, Ibu." Setelah membuka pintu utama dan memastikan putranya duduk aman, L

