"Kamu punya waktu lima menit." Zayn menatap datar mantan calon istrinya itu. Bola mata Farah membulat. "Masa cuma—" "Tiga menit!" potong Zayn sebelum wanita itu protes lebih jauh. Farah menghela napas panjang. Sikap pria itu kini berubah seratus delapan puluh derajat. Kini, memberi senyum pun seperti enggan. "Waktu kamu habis. Silahkan pergi dan jangan ganggu aku ataupun keluargaku lagi. Ingat! Hubungan kita sudah berakhir dan kamu sendiri yang mengakhirinya. Ingat itu!" tegas Zayn seraya melangkah pergi. Namun baru dua langkah, ia berhenti lalu berbalik. "Oh, ya. Tolong kamu jujur pada ayah kamu bahwa kamu yang memutuskan hubungan agar Beliau tidak lagi datang menemui aku hanya untuk memintaku menikahi kamu. Aku tidak akan pernah kembali pada orang yang telah berkhianat." Setelah it

