Lisna tidak langsung menjawab. Ditatapnya pria yang tampak tidak baik-baik saja tersebut. "Kalau Mas tanya apa aku tega, tentu aku nggak tega, Mas. Sekarang aku tanya balik sama Mas. Mas tega?" Darwin menggeleng dengan cepat. "Aku nggak tega karena itu aku cari kamu. Damar butuh kamu." "Damar butuh keluarga utuh, di mana Ayah dan ibunya bukan hanya memenuhi kebutuhan hidup tapi juga kasih sayang. Dia kana lebih bahagia ketika memiliki keluarga yang harmonis dalam arti kata sebenarnya. Bukan hanya terlihat harmonis." Darwin Diam. "Tolong berhenti menjadikan Damar alasan hanya untuk mengejar kepuasan Mas sendiri. Apa pun alasannya kita nggak bisa kaya dulu lagi. Aku tidak sejahat itu. Aku gak ingin jadi wanita tidak punya hati yang mengambil seorang suami dari istrinya." "Kalau gitu, ka

