Anjani hamil. Tentu saja aku senang mendengarnya, aku senang karena Tuhan memberikan kesempatan kepadaku untuk merasakan bagaimana menjadi suami siaga saat istri sedang hamil. Pasalnya di kehamilan yang pertama dulu, aku sama sekali tidak mengetahuinya. Ya, tahu sendiri bagaimana rumitnya huhungan kami dulu. Tetapi aku sangat bersyukur aku bisa kembali bersama dengan Anjani. Kalau kehamilan pertama, mual dan ngidam mungkin aku yang merasakan meski saat itu aku sama sekali tidak menyadari akan kehadiran si kembar yang memberikan pertanda kepadaku. Aku pikir waktu itu hanya biasa saja, tetapi memang agak aneh saat aku merasakan selalu ingin makan sesuatu yang aneh sampai membuat kedua adikku kesal karena permintaanku waktu itu. Dan di kehamilan kedua ini, sebenarnya aku ingin aku saja yang

