Aku bahagia, karena di kehamilan kedua ini aku melewatinya bersama dengan Raka. Tentu saja sangat berbeda dengan kehamilan sebelumnya, bahkan kali ini aku merasa tidak bisa jauh dari suamiku sendiri. Kalau saat si kembar aku tidak merasakan apapun karena kenyataannya adalah Raka yang merasakan mualnya, sekarang aku yang merasakan mual itu. Mungkin karena sekarang sudah ada Raka bersamaku, calon anak kami tahu kalau mamanya tidak merasa sendirian menghadapi semua ini. Dan apapun yang aku inginkan, yang di sebut ngidamnya Ibu hamil, akan ada Raka yang memenuhi semuanya. Yang malah dia senang merasakan bagaimana harus siaganya seorang suami. “Hari ini kamu di rumah Mami ya, aku bakalan pulang telat banget karena harus urus beberapa kerjaan,” ucap Raka saat dia baru saja keluar dari kamar m

