21. Gilang

2271 Kata

Badan gue lumayan enak pas bangun tidur. Gue pikir ini bukan efek obat karena tiga butir obat pertama yang harusnya gue minum malah ikut termuntahkan lagi. Ini mungkin efek kerokan Rani yang beberapa kali terasa tidak manusiawi itu. Gue merentangkan badan, masih lemas. Tetapi, tidak selemas semalam dan tadi pagi. Gue gak tahu berapa jam gue tidur, begitu gue bangun dan lihat jendela kaca di kamar, matahari masih memancarkan sinarnya dengan baik. Gue balik ke ranjang, mencari ponsel yang ternyata gue ingat dibawa oleh Ragil. Jam dinding di atas pintu kamar mencuri perhatian gue, jarum jam pendek menunjuk angka satu dan jarum panjang di angka sebelas. Pantas matahari masih terik. Gue perlahan membuka pintu kamar. Sepi adalah hal pertama yang gue tangkap. Hanya ada Ragil yang duduk bersil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN