19. Rani

2115 Kata

CHALYA AGRANIA Aku pulang ke rumah Ayah Agra, ayah kandungku. Sejak keluar dari pekerjaan, aku memang tinggal di rumah Ayah. Setidaknya aku tidak menerima tatapan rendah dari ayah sambungku seperti yang selalu aku dapatkan ketika tinggal di rumah Ibu. Apalagi setelah nasibku sama seperti Ibu, Ayah Ahmad semakin memandangku rendah saja. Aku tidak ingin Ragil menerima perlakuan yang sama denganku dari beliau. Duduk di tepi ranjang dengan ponsel dalam genggaman. Kebimbangan menerpaku saat ini. Satu orang yang ingin sekali aku hubungi mengenai kepindahanku tentu saja Gilang. Kutatap roomchat whatsappku dengannya, terakhir kali dia menghubungiku di hari Senin pagi. Sejak semalam teleponnya sibuk terus, entah kalau siang ini. Mengingat ini masih jam kantor, aku takut mengganggu kesibukannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN