CHALYA AGRANIA Tidak pernah ada dalam kamusku jika aku akan kembali menginjakkan kaki ke rumah keluarga Wijaya, hampir sepuluh tahun lamanya. Setelah penolakan itu, aku tidak pernah mau diajak ke rumah ini lagi. Terlalu berat rasanya apalagi ucapan papanya masih terekam jelas dalam ingatan. Sekarang, aku memberanikan diri untuk kembali ke rumah ini. Berusaha berdamai dengan masa lalu yang suram. Menghilangkan ego. Karena sejauh mana pun aku berlari, Ragil berhak mengenal keluarga ini. Melangkah bersama lelaki yang sekarang sedang menggendong putraku, putra kami. Aku sudah bilang Ragil berat jangan kebanyakan digendong nanti kebiasaan, dan jawaban Gilang cuma gak papa. Soalnya pas dia bayi aku nggak bisa gendong. Hatiku tercubit mendengar ucapannya. Aku mengekor di belakang Gilang, membi

