14. Gilang

2096 Kata

GILANG PRAMUDYA WIJAYA "Mas, Ibu sempet drop tadi." Gue tersentak disertai jantung yang berdebar kencang. Kaki langsung berdiri, tangan menyambar kunci mobil yang berada di atas meja. Sambungan telepon masih terhubung dengan Mbak Susi yang baru saja membawa berita cukup buruk. "Kenapa bisa, Mbak?" Langkah gue tergesa menuju lift. Kalau soal nyokap kerjaan sebanyak apa pun rela gue tinggalkan. Nyokap satu-satunya orang tua yang gue punya, dan gue gak mau kembali menyesal setelah kepergian bokap. Gue menunda untuk minta maaf dan memperbaiki hubungan dengan beliau, akhirnya gue gak pernah dikasih kesempatan buat ngobrol lagi dengan bokap sampai akhir hayatnya. "Tadi ada tamu, Mas. Kalau ndak salah namanya Icha. Mbak ndak tahu apa yang mereka obrolkan tiba-tiba Ibu manggil saya, Ibu ngel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN