Leo mengusap wajahnya kasar, niat hati ingin terbebas dari sebuah masalah, tapi ia justru akan kembali masuk ke dalam masalah yang dibuat oleh Sabrina. Dan masih dengan orang yang sama pula membuat masalah barunya itu. Memang susah jika berurusan sama Sabrina juga, apa yang diinginkan ya harus dan tidak bisa kalau tidak. "Memang susah sekali jika urusan dengan satu manusia itu! Kudu harus bin wajib kalau untuk sesuatu hal!" "Dia gak mikir, apakah aku capek atau gak! Dan, sepertinya memang tak peduli akan hal itu, sebab hanya keinginannya saja yang ada di otak dangkalnya itu!" "Sabrina, kamu itu cantik! Tapi bodohnya luar biasa! Untuk apa terus-menerus mengejar seorang lelaki yang jelas-jelas tak ingin dikejar! Padahal, kamu itu cantik dan bisa dapatkan lelaki lajang yang sesuai dengan k

