Mami masih terus menyiksa Sabrina hingga Papi lama-lama merasa iba karena wanita durjana itu sudah tak berdaya. Sedangkan Angga ikut babak belur karena ulah Mami, Angga selalu menghalangi Mami untuk menyiksa Sabrina hingga ia ikut terseret dan babak belur. Papi meminta Mami untuk stop dan Mami menurutinya tapi dalam posisi mencengkram rambut Sabrina kuat-kuat. "Siapa yang mengizinkan kalian untuk berada di rumah ini? Hah?" teriak Mami. "Mi, ini rumahku! Aku punya hak disini!" sungut Angga. "Kau memang punya hak, tapi hanya hak guna! Bukan hak memiliki! Lagi pula, kau mempunyai hak guna bersama Aina, bukan bersama wanita durjana ini!" bentak Mami semakin mencengkram rambut Sabrina. "Mi, aku juga sebentar lagi akan menjadi menantu kalian," jawab Sabrina dengan bibir bergetar. "Menantu?

