Mediasi Menanggung Malu

2212 Kata

Setelah semalaman ia tak bisa memejamkan mata akhirnya Aina dapat tertidur lelap juga. Memang hanya tidur beberapa jam tapi cukup membuat pikiran dan hatinya istirahat sejenak. Adzan subuh membangunkan wanita itu dari tidur nyenyaknya, ia hanya membuka matanya perlahan lalu mengerjapkan matanya beberapa kali. Matanya terasa lengket sekali seperti ada lem yang membuatnya tak bisa membuka mata lebih lebar. Beberapa detik kemudian ia kembali terlelap seperti tak sadar bahwa telah tertidur kembali. Ibu keluar dari kamar pukul enam pagi dan memastikan Mbok juga Bibi sudah siap masak sarapan untuk mereka semua. Matanya mengamati sekeliling namun ia tak menemukan anak perempuannya itu. Biasanya, Aina sudah duduk manis sambil mengemil menunggu sarapan bersama. Tapi hari ini justru belum terlihat,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN